Jakarta, Selular. ID – Hampir sepanjang Juli 2021, wajah Park Seo Jun, wara-wiri di adang-adang kaca. Sebagai brand ambassador dari BliBli, aktor masyhur asal Korea Selatan itu terlibat dalam kampanye program 10 tahun BliBli. Semacam diketahui, market place sah Indonesia itu genap berusia satu dekade pada 25 Juli 2021.  

Selain membintangi beberapa versi iklan BliBli, Park Seo Jun yang perannya dipuji zaman membintangi “ Midnight Runner  “ selalu nongol dalam puncak perayaan ulang tahun BliBli “10 Tahun Bareng Kamu” dengan ditayangkan stasiun TV di Sabtu (24/7/2021).

Seperti e-commerce lainnya, BliBli juga menjadikan ulang tahun sebagai saat untuk meningkatkan reputasi sekaligus mendorong penjualan. Itu sebabnya, perusahaan melibatkan Park Seo Jun guna memperkuat status perusahaan di pasar dalam negeri.    

Makin tahun ini terasa lebih spesial, karena anak kongsi Jarum Group itu, sudah berusia satu dekade. Bervariasi program penjualan pun ditebar BliBli kepada masyarakat. Tiba dari cashback spesial Rp

10 juta, potongan harga sampai 99% untuk penuh produk idaman, layanan pengiriman lekas 2 Hour Delivery , subsidi gratis ongkos kirim berkali-kali, dan  perpanjangan masa retur menjadi 30 hari.

Selain memberi konsumen, Blibli menjadikan perjamuan anniversary sebagai momen memberikan kesempatan bagi semua seller untuk meraih rejeki pada pertengahan tahun. Blibli serupa memberikan dukungan pemasaran digital, seperti pemberian paid ads credit Bliklan, yang akan membantu meningkatkan traffic ke toko online para seller.

Kusumo Martanto, CEO Blibli, menyebutkan bahwa usia 10 tahun, adalah pencapaian yang dilakukan secara kerja keras. Menurutnya, kelanjutan Blibli ditopang tiga kaidah dasar yaitu kualitas, pelayanan, dan kolaborasi.  

Kaidah tersebut mendorong berbagai pembaruan di fitur e-commerce mulai dari teknologi pembayaran bagaikan PayLater yang memberi kesenangan membayar belanjaan, hingga Subscription yang mengotomatisasi pemesanan groceries.

Di sisi layanan, Blibli menawarkan kemudahan seperti Customer Care 24 jam setiap hari dan free ongkir (ongkos kirim) ke seluruh pelanggan. Hal ini taat Kusumo dapat mempercepat transformasi digital Indonesia.

Pertumbuhan Blibli pun tidak terlepas sejak dukungan dari para konsumen; seller yakni brand principle , distributor, retailer, UMKM, mitra bisnis dari sektor logistik, perbankan, institusi keuangan, dan pemerintah sekalu regulator.

“Dukungan yang luar biasa ini telah mendatangkan hasil yang sangat bagus. Selama lima tahun belakang, Blibli berkembang dari bagian jumlah penjualan, pengguna serta seller hingga 20 kali lipat. Dan tentunya opsi produk yang ada di Blibli hari ini juga sudah jauh lebih beraneka macam dibanding di saat kami mulai berdiri, ” pungkas Kusumo.

Total Kunjungan serta GMV

Dengan piawai yang sudah menginjak utama dekade, tentu merupakan perolehan penting bagi BliBli di industri e-commerce yang terhormat sangat kompetitif. Umumnya pemeran harus “bakar uang” menetapkan meraih pelanggan dan memajukan omzet penjualan. Tak bisa dipungkiri, dukungan Jarum Group sebagai induk usaha, melaksanakan BliBli bisa berkembang serupa saat ini. BliBli memang terus mengepakkan sayap di tengah terus bertumbuhnya rekan e-commerce nasional.  

Aliran digelarnya layanan 4G di dalam 2015, pengguna internet semakin tumbuh signfikan. Menurut masukan maklumat manajemen media sosial HootSuite, jumlah pengguna internet pada Indonesia mencapai 202, enam juta atau 73, 7% dari total populasi sejumlah 274, 9 juta tali jiwa pada Januari 2021.  

Lonjakan pengguna internet tersebut membuat  industri e-commerce semakin berlari kencang. Menurut bahan Wearesocial dan Hootsuite, sekitar 90% pengguna internet dalam Indonesia pernah berbelanja  online . Hal tersebut cukup membuktikan bahwa asosiasi semakin nyaman belanja. Selain mempersingkat waktu dan tenaga, ada banyak promo dengan diberikan selain bebas ongkos kirim,   sehingga belanja jadi bertambah hemat. Belum lagi wahana free ongkos kirim, fasilitas cara bayar dan kecepatan waktu pengiriman.  

Meningkatnya animo belanja online, mengatrol pertumbuhan dan kapitalisasi. Di dalam 2019, nilai kapitalisasi pasar  e-commerce   di Indonesia mencapai USD 21 miliar atau kira-kira Rp 294 triliun. Bersandarkan laporan McKinsey, industri  e-commerce   dalam indonesia diprediksi akan menyentuh nilai USD 40 miliar pada 2022. Pencapaian tersebut, menjadikan Indonesia sebagai pasar  e-commerce   terbesar di Asia Tenggara.  

Besarnya potensi rekan e-commerce juga diamini oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Menurut Perry, transaksi ekonomi digital akan semakin pesat tahun ini. Pandemi covid-19, membuat masyarakat semakin mengakrabi belanja secara online. Ia memproyeksikan transaksi daring atau e-commerce lewat market place pada tahun ini akan tumbuh hingga 33, 2% dibandingkan 2020. Berarti, akan meningkat dari sejumlah Rp 253 triliun menjadi  Rp 337 triliun di 2021.

Meski menawarkan daya pasar yang luar lazim, sejatinya tidak mudah terjun ke bisnis e-commerce . Sejak lima tahun terakhir, sudah penuh pemain yang terkubur karena tak mampu lagi bersama-sama. Padahal tak sedikit dari para pemain itu dibantu oleh grup besar. Sebut saja Matahari Mall (Lippo Group), Toko Bagus, Rakuten (Jepang), Blanja (Telkom Group), Cipika (Indosat Ooredoo), Berniaga, ELevenia (XL Axiata), serta lainnya. Umumnya 

Dengan terus meningkatnya pembelanja online, tak pelak Indonesia telah menjelma medan pertarungan yang bersusah-susah dari para pemain e-commerce , termasuk BliBli. Semuanya berusaha menjelma yang terdepan dalam menjadikan minat konsumen.  

Buat mengetahui pemain e-commerce secara kunjungan tertinggi, kita mampu melongok laporan SimilarWeb sepanjang kuartal pertama 2021. Sesudah dibandingkan, ternyata Tokopedia memimpin sebagai  e-commerce  paling diminati pelanggan dengan total kunjungan per kamar sebesar 132 juta.  

Berturut-turut dibawahnya ditempati Shopee (118, 6 juta kunjungan), Bukalapak (31, 11 juta kunjungan), Lazada (29, 75 juta kunjungan), dan Blibli (19, 41 juta kunjungan). Lima pemain lain,   yaitu Iprice, Amazon, Cekresi, Ralali, dan JD. ID mengisi daftar 10 gembung e-commerce Negeri yang memutar ramai dikunjungi pelanggan. Menariknya, kesepuluh  e-commerce  terbesar itu, sama-sama merasai kenaikan kunjungan di periode pandemi. Kenaikannya sendiri bervariasi dari 1, 26% sampai dengan 14, 22%.    

Selain total lawatan, kinerja pemain e-commerce selalu bisa dilihat dari GMV ( gross merchandise value ) atau nilai transaksi bruto. Berdasarkan laporan Momentum Works, pasar e-commerce di Indonesia lahir 91% pada 2020 menyentuh US$ 40, 1 miliar atau Rp 573 triliun.  

Secara mengejutkan, kongsi asal Singapura Shopee meraih GMV terbanyak. Tak setengah-setengah Shopee membukukan GMV US$ 14, 2 miliar serta pangsa pasar 37%. Real, Shopee baru lima tarikh hadir di Indonesia.  

Posisi kedua diraih oleh e-commerce Negara, Tokopedia, secara pangsa pasar 35% dan GMV sebesar US$ 14 miliar. Posisi pasar terbesar ketiga ditempati Lazada dengan 11% pangsa pasar & GMV US$ 4, 5 miliar. Keempat Bukalapak secara pangsa pasar 7% serta GMV US$ 3 miliar. Sisanya diisi oleh Blibli, JD. ID, dan yang lain.

Sejauh ini, BliBli dasar belum berada di kondisi puncak, baik dari bagian jumlah kunjungan maupun GMV. Namun, e-commerce asli Tanah Air sudah membuktikan siap mengarungi kerasnya bisnis honorarium daring ini sepanjang kepala dekade dan berada di posisi lima besar.  

Untuk bisa bertahan & memenangkan persaingan, BliBli serta perusahaan e-commerce lainnya dituntut untuk dapat beradaptasi dalam tengah lingkungan bisnis yang kerap berubah. Apalagi dengan spesifik, bisnis e-commerce mempunyai empat tantangan utama, yaitu perubahan perilaku konsumen, masalah logistik (karena Indonesia ialah negara kepulauan), keamanan petunjuk pelanggan, dan sistem pembalasan.