Minggu, 21 Juni 2020 • 05: 35

Membaca di smartphone

Pemahaman buku sejak usia dini ialah hal yang perlu dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Secara banyak membaca, anak-anak akan memperoleh tambahan informasi pengetahuan apapun dari sebuah buku. Tidak hanya untuk kalangan anak-anak, orang dewasa pun disarankan untuk membaca buku untuk tetap mendapatkan pengetahuan dan mengasah otak.

Dalam era digital, kebanyakan orang tiba beralih ke konten internet untuk mendapatkan bahan bacaan. Novel, cerpen, buku cerita, dongeng, fiksi ataupun buku ilmu pengetahuan kini juga banyak yang tersedia dalam bentuk digital atau e-book. Kemudahan membaca ini semakin ditunjang dengan perangkat smartphone dan aplikasi reader yang mendukung aktivitas membaca di sewenang-wenang tempat.

Untuk menunjang kegiatan membaca buku digital, pengguna smartphone perlu memperhatikan kesehatan lupa. Paparan cahaya dari layar hp cerdas secara terus menerus & dalam waktu lama bisa berpotensi merusak mata. Oleh karena tersebut, pengguna smartphone perlu untuk menghiraukan cara membaca yang baik serta benar agar mata tetap sehat.

Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan ketika kita sedang membaca dengan smartphone, lupa satunya adalah durasi atau periode waktu membaca. Membaca sebaiknya tidak melebihi dari satu jam. Jika ingin lebih, maka sebaiknya awak perlu mengistirahatkan mata minimal 15 menit sebelum membaca kembali. Saat istirahat, alihkan pandangan mata untuk melihat benda-benda berwarna hijau & warna-warna alam semisal biru udara. Pengalihan ini membantu lapisan di bola mata yang bertugas menangkap warna dan cahaya hingga terbentuk zona Rhodopsin (salah satu senyawa vitamin A). Rhodopsin yang bersifat pigmen ini berada di sel fotoreseptor dari organ retina yang bertanggung jawab terhadap persepsi terang.

Aturan kedua yang harus diperhatikan saat membaca dengan smartphone adalah posisi kita. Posisi yang baik adalah dengan tubuh dan kepala yang seimbang, sementara mata mengarah ke pokok baca pada jarak ideal kira-kira 25-30 cm. Namun saat ini, sering kali kegiatan membaca malah dilakukan sembari tiduran atau tengkurap. Banyak orang berpendapat posisi tersebut paling nyaman untuk membaca. Real kedua posisi ini sangat berpotensi memperburuk kondisi mata yang segar.

Terutama bagi lengah yang memang sudah bermasalah sepertinya mata silinder (astigmatisme), minus, maupun plus, sebaiknya hindari membaca sambil tiduran atau tengkurap. Membaca sambil tiduran akan membuat mata berlaku lebih keras, karena biasanya cahaya terhalang oleh buku atau besar, sehingga mata kurang mendapat iluminasi yang cukup. Apabila kamu mau tetap membaca sambil tiduran, oleh karena itu sebaiknya ganjal bagian punggung had kepala agar tetap tegak ataupun posisi setengah duduk.

Yang terakhir merupakan aturan yang paling penting saat membaca konten digital, yaitu pencahayaan. Idealnya iluminasi diarahkan langsung ke objek membaca. Sebaiknya pilih cahaya yang beragam putih atau daylight, agar dunia baca kamu seolah seperti dalam luar ruangan yang memiliki terang natural matahari.

Seringkali pengguna smartphone beranggapan cahaya yang berasal dari layar sudah pas terang sehingga tidak perlu teristimewa membutuhkan cahaya dari lampu pijar atau neon. Anggapan ini jelas keliru, justru yang harus diperhatikan adalah cahaya ruangan tempat kita membaca, selain kapasitas layar daripada smartphone tersebut.

Kalau kamu ingin membaca konten digital dari smartphone maka perhatikan adanya fitur untuk mereduksi cahaya adang-adang. Layar OPPO A92 misalnya, telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mengurangi intensitas cahaya biru yang mampu merusak retina mata. Layar OPPO A92 yang berukuran 6, 5 inci dan mengadopsi Neo-Display 1080P dengan resolusi 2400 x 1080 pixel telah mendapatkan sertifikasi pelestarian mata dari TüV Rheinland. Sertifikasi ini memastikan layar A92 dengan kepadatan sebesar 405 PPI damai bagi mata manusia.

Di dalam OPPO A92 juga disertakan menu pengaturan Eye Care yang menyediakan setelan temperatur warna mulai dari Cool hingga Warm. Di menu tersebut, juga ada pengaturan efek layar antara Color dan Black and White. Selain itu, fitur berbasis kecerdasan hasil atau Artificial Intelligence (AI) pada A92 juga bisa mempelajari kultur pengguna saat menggunakan ponsel jadi akan mengatur cahaya latar secara otomatis ketika membaca buku digital. (@hairuddin_ali)