Jakarta, Selular. ID – Di tahun 2020 pandemi sudah mendorong dunia untuk mempercepat transformasi perekonomian digital, tidak terkecuali di Indonesia sehingga masyarakat mulai mengadopsi protokol “new normal” terutama dalam melakukan aktivitas bisnis.

Hal ini menerbitkan adanya perubahan pola tabiat masyarakat dalam melakukan pembicaraan pembayaran ke arah cashless payment. Akselerasi ekonomi digital telah membuka peluang bagi solusi pembayaran yang kreatif untuk beradaptasi ke perilaku baru.

Suwandi, Presiden Direktur Cashlez, mengatakan Cashlez turut beradaptasi dan fokus pada pengembangan solusi sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di era digital. Hal tersebut pun menjadi faktor utama yang mendorong bisnis Cashlez. Sehingga, sepanjang tahun 2020, Cashlez berhasil mencapai pertumbuhan yang cepat dengan mencatatkan peningkatan perolehan bersih menjadi Rp84, 32 miliar dibandingkan 2019, yang mencatat pendapatan Rp16, 61 miliar, meningkat 407, 73%.

Peningkatan itu telah menghasilkan pertumbuhan dalam bagian laba Perseroan lantaran rugi bersih Rp10, 85 miliar pada tahun 2019 menjadi rugi bersih sebesar Rp7, 13 miliar di dalam tahun 2020.

“Meski sempat terdampak pandemi, Cashlez berhasil mencapai penerimaan yang positif. Di tarikh 2020, kami menjadi kongsi terbuka dan mengakuisisi PT Softorb Technology Indonesia (STI). Kami juga memproses pembalasan QRIS, memperluas pilihan pembayaran dan bermitra dengan adat keuangan untuk memberikan akses pendanaan. Kami percaya dengan upaya yang konsisten, hendak membawa Cashlez ke bagian baru dalam industri pembayaran di Indonesia. ” kata Suwandi.

Mengaji Juga: IPO Cashlez Formal Terdaftar di OJK

Suwandi menambahkan datang dengan akhir Desember 2020, total merchant yang bersatu dengan Cashlez mencapai bertambah dari 9. 000 merchant termasuk didalamnya beberapa brand ternama seperti KalCare, Brawijaya Hospital, BFI Finance, Shafira, Zoya, dan Fish & Cheap.

“Melihat perkembangan digitalisasi di Indonesia yang sangat pesat, saya melihat potensi yang sangat besar terhadap industri solusi pembayaran dan akan terus memberikan dukungan kepada para-para pelaku usaha untuk menggelar bisnis mereka di masa digital saat ini. Saya optimis di tahun 2021, Cashlez dapat menunjukkan kemampuan yang lebih baik lagi dibandingkan tahun 2020 dengan target 5. 000 merchant baru dan kenaikan pembicaraan bruto sebesar 10 Triliun. ” tutupnya.