Jum’at, 26 Juni 2020 • 23: 47

Indosat dan UN Women

Pandemi COVID-19 memberikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi untuk meningkatkan ketidaksetaraan gender dalam seluruh dunia, termasuk Indonesia. Respon yang efektif terhadap COVID-19 betul penting untuk membuat perubahan yang nyata bagi semua dan mengesahkan tidak ada satu pun yang tertinggal. Mengisi kesenjangan data adalah satu langkah awal yang istimewa bagi negara-negara untuk mendapatkan gambaran dampak yang lebih akurat, khususnya dimensi gender dalam respon, sehingga Indonesia dapat mendukung perempuan serta anak perempuan secara efektif.

Sebagian besar pelaku kesehatan yang berada di penjaga depan dalam penanganan COVID-19 pada Indonesia adalah perempuan. Perempuan selalu banyak bekerja di sektor rileks yang sering kali tidak menganjurkan asuransi kesehatan dan jaminan sosial. Di rumah, perempuan berperan istimewa dalam pengasuhan anak, perawatan anggota keluarga yang sakit atau lansia. Bahkan sebelum pandemi COVID-19, perempuan sudah melakukan pekerjaan rumah tangga, serta kerja pengasuhan dan pembelaan tidak berbayar, tiga kali bertambah besar dari laki-laki.

 

Buat mendukung respon COVID-19 di Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan perempuan dan anak perempuan, serta pada mempromosikan upaya pemulihan secara segera, UN Women berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo untuk mengumpulkan data terbaru mengenai dampak sosio ekonomi dibanding pandemi COVID-19 terhadap perempuan serta laki-laki, khususnya bagi kelompok sensitif,   seperti mereka yang berkecukupan di pekerjaan informal, yang sebagian besar berisiko kembali jatuh ke dalam kemiskinan.

Survei yang telah dilaksanakan di kaum negara Asia Pasifik dan dengan pertama kali di Indonesia, dan merupakan yang terbesar dalam kategorinya, dilaksanakan untuk mendapatkan data istimewa yang akan dipakai untuk menginformasikan pembuat kebijakan akan isu-isu istimewa terkait pengangguran, perubahan dalam penghasilan, tren dalam pekerjaan rumah nikah, serta kerja pengasuhan dan pembelaan tidak berbayar, dan perbedaan kesehatan perempuan dan laki-laki. Survei itu juga akan membangun dan melengkapi beberapa survei kecil dan penghargaan cepat yang telah dilaksanakan oleh mitra-mitra pembangunan, baik nasional maupun internasional.

Dengan menggunakan keahlian kolektif dan upaya advokasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia, Indosat Ooredoo mendukung inisiatif ini dengan menyebarkan survei kepada 4 juta pelanggan melalui SMS untuk memfasilitasi pengumpulan data, sambil tetap menjalankan pembatasan sosial. Penyebaran survey melalui SMS dimulai 22-26 Juni 2020 pada pelanggan Indosat Ooredoo secara sebarang. Seluruh informasi yang didapat mau dirahasiakan dan hanya akan dimanfaatkan untuk keperluan survei.

“COVID-19 memberikan dampak berbeda bagi perempuan, anak perempuan, laki-laki serta anak laki-laki. Apabila kebutuhan dan prioritas seluruh masyarakat Indonesia belum secara efektif masuk ke di dalam perencanaan respon terhadap COVID-19, oleh sebab itu ketidaksetaraan gender akan semakin diperparah selama pandemi dengan efek masa panjang. ” ucap Jamshed Kazi, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN. “Melalui persekutuan ini, kami akan bekerja sama untuk menggunakan teknologi sebagai media yang aman dan efektif buat melakukan pengumpulan data secara gede dan untuk mendapatkan informasi mutakhir akan dampak COVID-19, serta mendirikan perubahan nyata dalam upaya memajukan kehidupan dan penghidupan mereka dengan paling terdampak. ”

“Indosat Ooredoo senang sanggup bekerja sama dengan UN Women untuk melakukan survei ini. Kami berkomitmen untuk mendukung Kesetaraan Gender sebagaimana disebutkan dalam Tujuan Pendirian Berkelanjutan ke-5 (SDG) dengan INSPERA (Inspirasi Wanita Indonesia). Kesetaraan Seks membutuhkan kesadaran global dan tindakan segera, kami senang dapat menyerahkan contoh untuk mendorong sektor swasta lain bergabung dalam upaya menyalahi tantangan ini pada situasi pandemi terkini. Kami juga mendorong kontribusi pelanggan dalam survei untuk memperoleh data berbasis gender yang lebih kaya, yang menjangkau wawasan hangat untuk perbaikan penanganan Covid-19, ” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama.

Hasil dari survei tersebut akan membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, mitra-mitra pembangunan dan sektor swasta di Indonesia dengan informasi penting mengenai dampak pandemi berdasarkan gender dan informasi melanda respon COVID-19 yang lebih cepat dan efektif bagi populasi memutar rentan.