Rabu, 08 Juli 2020 • 19: 39

Sharp

Sharp

Dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan oleh hampir seluruh industri jalan secara global maupun Indonesia. Kemerosotan permintaan pasar dan kapasitas penerapan di awal pemberlakuan peraturan Pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjelma tantangan tersendiri bagi PT Sharp Electronics Indonesia.

Beruntung, dampak pandemi Covid-19 bagi Sharp tidak berujung pada pemangkasan karyawan. Menghadapi situasi tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia menerapkan strategi guna menyesuaikan kinerja perusahaan dengan kondisi di masa Covid-19.   Dalam kurun waktu 3 bulan, Sharp berhasil melalui rintangan secara kembali menunjukan peningkatan produksi had 40%, seiring dengan meningkatnya seruan pasar yang berujung pada kenaikkan penjualan.

Presiden Eksekutif PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka menceritakan keadaan perusahaan dalam masa pandemi, “Sharp menghadapi tantangan sejak awal Maret lalu had pertengahan April, dimana perusahaan masih berusaha untuk beradaptasi dengan laksana baru. Beruntungnya, produk-produk unggulan saya seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020. Kami dapat bertahan hingga saya mampu menghindari pemangkasan jumlah karyawan, Kami akan berusaha semampu kami untuk menjadikan hal tersebut menjelma pilihan paling akhir. Kesejahteraan pegawai menjadi prioritas kami”.

Hal ini tidak terlepas dari kinerja efisien dari sektor operasional dan penjualan perusahaan. Pasalnya, lamun pegawai yang datang ke bengkel Sharp Indonesia berkurang dengan diterapkannya Work From Home (WFH), namun dapat dimaksimalkan dengan pembagian tugas yang efektif dan efisien begitu pula dengan kendala penutupan pertokoan dan pusat perbelanjaan yang menjadikan penurunan daya beli masyarakat dengan berdampak pada  penjualan dapat diatasi melalui  strategi penjualan online.

“Memang kami akui semua butuh penyesuaian, namun aksara orang-orang Indonesia yang cepat beradaptasi dan pekerja keras benar-benar terjamin dalam situasi seperti ini, ” aku Shigeo Noma, selaku Vice President PT Sharp Electronics Indonesia. “Dengan adanya kebijakan PSBB ini, kreatifitas dan kerjasama tim menjadi kunci kesuksesan. Justru di pusat pandemi, pada bulan April lalu PT Sharp Electronics Indonesia balik mencatatkan sejarah dengan keberhasilannya dalam memproduksi lemari es ke 20 Juta unit, ini adalah hasil yang luar biasa” lanjutnya.

Dalam hal penjualan,   Andry Adi Utomo selaku National Sales Senior General Manager mengatakan “Sharp memiliki 3 kunci sempurna, dalam menjalankan bisnis strateginya,   yaitu mengoptimalkan penggunaan internet, menghitung presisi terhadap potensi permintaan pasar dan menghadirkan  produk baru dengan sesuai dengan perubahan gaya tumbuh di masa pandemi”.

Melalui strategi ini Sharp berkecukupan mempertahankan performa bisnisnya dengan menyelenggarakan beragam kampanye penjualan melalui kanal digital.   Sharp pun lulus jeli melihat peluang pasar secara melempar produk-produk yang sesuai secara kebutuhan konsumen setianya dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Guna melengkapi lini produk yang ada, dimasa pandemi ini, Sharp telah 2 kali meluncurkan produk ke pasaran, dengan pertama pada awal Juni lalu, Sharp meluncurkan Smartphone sebagai garis bisnis barunya dan kedua bertepatan dengan pelaksanaan Web Conference tersebut, Sharp meluncurkan lini lemari es satu pintu terbaru ‘Kirei III’ guna melengkapi lini produk yang ada dan memenuhi kebutuhan pasar akan keragaman model dan disain lemari es satu pintu ”, ungkap Andry.

Sharp Luncurkan Lemari Es Terbaru

Berangkat dari riset dilapangan, efek dari pandemi membuat  masyarakat Indonesia kerap berbelanja banyak guna merapikan persediaan dan bahan makanan. “Akibatnya mereka membutuhkan lemari es bunga untuk menampung persediaan makanan itu. Lemari es satu pintu menjadi pilihan yang tepat karena desainnya yang kompak dan ruang penyimpanan yang cukup luas”, lanjut Andry.

Lemari Es Sharp

Lemari Es Sharp

Lemari es satu kemungkinan keluaran terbaru milik Sharp, ‘Kirei III’ Series, dibekali dengan lima perlindungan berstandart Jepang yakni Pelestarian Voltase Tidak Stabil, Perlindungan Terhadap Ketidakseimbangan, Perlindungan Bahaya Api, Perlindungan Terhadap Getaran, dan Perlindungan sejak Sengatan Listrik. Guna menambahkan mengecap aman dan nyaman saat menggunakan lemari es satu pintu, Sharp memberikan garansi kompresor selama lima tahun.

Lemari es terbaru Sharp ‘Kirei III’ dicopot kepasaran dengan harga Rp 1. 600. 000 untuk kapasitas 133 liter, Rp 1. 800. 000 untuk kapasitas 166 liter, serta Rp 2. 000. 000 buat kapasitas 184 liter. Lemari es ‘Kirei III sudah dapat ditemui di toko-toko traditional dan online di seluruh Indonesia mulai semenjak awal Juli kemarin. PT Sharp Electronics Indonesia optimis menargetkan pemasaran 360. 000 unit setahun dimana akan berkontribusi sekitar 25-30% lantaran total penjualan lemari es satu pintu.