Jakarta, Selular. ID – Menyusul ditetapkannya status tanggap darurat bencana oleh pemerintah kota/kabupaten di beberapa provinsi di Indonesia, Indosat Ooredoo mengoperasikan Mobil Klinik.

Mobil Klinik yang diterjunkan memberikan servis yang dibutuhkan bagi mereka yang terpaksa harus tinggal di tempat pengungsian, termasuk layanan telekomunikasi pada masyarakat terdampak bencana di seluruh Indonesia.

Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo mengatakan, melalui bantuan yang disalurkan melalui Mobil Klinik Indosat Ooredoo, dapat meringankan derita dengan dirasakan masyarakat yang tertimpa kematian.

“Mobil Klinik Indosat Ooredoo terus disiagakan agar bisa langsung diterjunkan membantu pemerintah daerah setempat melakukan kegiatan tanggap genting bencana sampai dengan masa pergantian menuju pemulihan paska bencana, ”tutur Ahmad Al-Neama.

Dikatakan dia, sepanjang tahun 2020, agenda CSR di pilar Pengembangan Publik ini telah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan serta mendistribusikan bagian bantuan darurat kepada lebih dibanding 12 ribu warga yang memerlukan di lokasi pengungsian.

Seperti diketahui, badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengimbau kelompok untuk lebih waspada atas daya bencana hidrometeorologi yang bisa berlaku mulai akhir November hingga Februari mendatang.

Baca Pula: Ini Daftar Pemenang Virtual Hackathon Indosat Ooredoo

Sampai 11 Desember 2020, bencana hidrometeorologi yang terdiri dari bencana banjir, angin puting beliung, tanah terbis, dan kekeringan mencapai 1. 015 kejadian. Belum lagi ancaman bencana erupsi gunung api yang zaman ini mengalami peningkatan aktivitas, kaya Gunung Merapi, Ile Lewotolok, serta Semeru.

Sejumlah gangguan alam telah terjadi di sepanjang bulan November sampai Desember, dimana masyarakat yang terdampak telah mendapatkan bantuan dari Mobil Klinik Indosat Ooredoo, antara lain bencana banjir di kota/kabupaten Aceh Utara, Batanghari, Tebing Tinggi, Lebak, Asahan, serta Batubara. Selain bencana hidrometeorologi, ada sejumlah petaka akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Gunung Ili Lewotok di Lembata, dan Bukit Merapi di Klaten serta Magelang.