Sabtu, 23 Mei 2020 • 04: 29

Telkomsel menyambut pengujung periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1441 H dengan terus memastikan ketersediaan jaringan dan layanan. Hal tersebut dilakukan jawab menjaga kenyamanan pelanggan dalam memuliakan Lebaran bersama keluarga dan kru, walau pandemi COVID-19 memaksa sebagian masyarakat harus terpisah jarak & bersilaturahmi secara virtual. Komitmen itu kembali ditegaskan oleh Telkomsel pada konferensi video bertrajuk “Virtual Network Inspection RAFI 2020” bersama Gajah Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate pada 22 Mei 2020. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Kepala Dinas Hubungan dan Informatika Jawa Tengah Rina Retnaningrum, dan Sosiolog Imam Prasodjo.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen sekali setahun yang menjadi bagian istimewa dari kehidupan keagamaan dan adat masyarakat. Telkomsel sebagai society enabler berupaya untuk memastikan pelanggan sanggup tetap menjalin silaturahmi dan saling terhubung dengan orang-orang tercinta walau harus berada di rumah pada tengah pandemi COVID-19 yang meminta masyarakat menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru. Ini juga menjadi periode dari semangat Telkomsel yang mengikuti usia ke-25 tahun untuk terus berada di garis terdepan bergabung masyarakat dalam beradaptasi menjalani cara baru di berbagai aspek kesibukan. ”

Setyanto lebih lanjut menambahkan, komitmen kesiapan Telkomsel ini juga merupakan bentuk nyata dari upaya Telkomsel melayani instruksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia agar operator telekomunikasi dapat menyediakan akses internet dengan kapasitas dan kualitas servis yang terbaik di masa pandemi COVID-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate mengatakan “Saya menyambut dengan cara kegiatan Telkomsel dalam mempersiapkan jaringan telekomunikasi untuk menghadapai silaturahmi digital dan Lebaran tahun ini dalam masa darurat kesehatan COVID-19. Pandemi telah mengubah interaksi sosial secara fisik menjadi berpindah ke platform virtual, sehingga kesiapan jaringan telekomunikasi harus berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari kenormalan baru di dalam kehidupan masyarakat. Saya berharap momentum ini mampu mendorong lebih banyak lagi inovasi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas secara virtual. ”

Dalam kegiatan konferensi video “Virtual Network Inspection RAFI 2020”, Telkomsel memastikan kesiapan seluruh aset terkemuka yang dimiliki, termasuk karyawan, produk dan layanan, hingga infrastruktur jaringan berteknologi terdepan, dalam menghadapi momen pengujung bulan Ramadan hingga saat perayaan Idul Fitri. Telkomsel sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan pergerakan trafik komunikasi yang akan terjadi, terlebih dengan adanya perubahan cara silaturahmi sebagai bentuk kepatuhan atas imbauan pemerintah agar masyarakat tidak melangsungkan mudik dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi telekomunikasi berbasis broadband untuk lestari terhubung dengan keluarga.

Program “Lebaran Virtual Bersama Telkomsel”

Untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat dalam memaknai Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Telkomsel menyelenggarakan “Lebaran Virtual Bersama Telkomsel” di Desa Merden (Kabupaten Banjarnegara) dan Desa Kadilanggon (Kabupaten Klaten) yang kerap menjadi destinasi pegangan di momen Lebaran. “Lebaran Maya Bersama Telkomsel” diisi dengan kesibukan ceramah, mengaji, takbiran, dan berlebaran bersama secara online melalui servis meeting conference CloudX Telkomsel untuk hadir di tengah masyarakat memaknai momen Lebaran dengan tetap berharta di rumah, sekaligus menjadi sambungan inisiatif #DiRumahTerusMaju yang telah Telkomsel galang selama pemusatan berbagai aksi di rumah.

Lurah Kadilanggon Sukiyo dan Kepala Daerah Merden Prabowo mengucapkan rasa terima kasih kepada Telkomsel yang mampu menyambungkan warga dengan keluarga pada luar pulau dan bahkan dalam luar negeri. “Lebaran Virtual Bergabung Telkomsel” pun turut diisi secara program Wira Desa Karang Kandidat, yaitu kegiatan pelatihan bagi umum dalam memanfaatkan platform online untuk memaksimalkan potensi desa. Sukiyo dan Prabowo pun mengatakan kegiatan itu dapat membantu masyarakat dalam menegakkan ekonomi desa yang turut terdampak COVID-19.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengutarakan, “Kami terus mematuhi peraturan lantaran pemerintah pusat dengan mengantisipasi masuknya masyarakat dari luar daerah sekali lalu memperketat Pembatasan Sosial Berskala Gede (PSBB). Maka dari itu, dengan akan banyaknya penggunaan aplikasi pesan instan, dengan diiringi dengan meningkatnya transaksi digital, telemedicine, dan penggunaan platform streaming, kami berharap jaringan Telkomsel dengan ketersediaan terbesar di Jawa Timur dapat terus prima dan meyakinkan dalam mengendalikan peningkatan trafik dari aktivitas virtual masyarakat. ”

Kepala Dinas Koneksi dan Informatika Jawa Tengah Rina Retnaningrum mengatakan, “Upaya pemerintah tengah dalam membatasi kegiatan mudik telah diteruskan oleh kami di Jawa Tengah. Kami pun telah mengimbau kepada masyarakat untuk membatasi interaksi sosial secara langsung, terlebih pada momen Lebaran nanti. Untuk tersebut, kami berharap jaringan Telkomsel sanggup terus menjadi yang terdepan pada mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk tentu terhubung melalui berbagai platform online sehingga silaturahmi dapat terus terikat walau kita sedang berada di situasi yang sulit. ”

Sosiolog Imam Prasodjo mengucapkan, “Hari ini kita sedang melangsungkan sebuah langkah bersejarah. Kesiapan teknologi kini terbukti bisa membawa berkah dalam memungkinkan banyak hal segar yang bisa kita lakukan, dengan jalan apa kita takbiran, halalbihalal, dan silaturahmi secara virtual. Ke depan, kita perlu untuk terus mempersempit ngarai literasi digital dan bersama-sama membantu masyarakat dalam memasuki era hangat, era virtual, era digital dengan merata di seluruh Indonesia. ”

“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menyampaikan kepercayaan terhadap Telkomsel untuk melayani berbagai kebutuhan komunikasinya selama Ramadan tahun ini. Kami harap, kita semua dapat diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan dalam tahun-tahun berikutnya. Sebagai leading digital telco company, usia 25 tarikh menguatkan tekad kami untuk langsung hadir mendampingi masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap cara baru pada menjalani kehidupan. Kami pun berniat Indonesia dapat segera pulih serta kita semua bisa melewati era penuh tantangan ini dengan cantik, “ tutup Setyanto.