Jum’at, 10 Juli 2020 • 18: 40

TikTok meluncurkan platform self-serve TikTok for Business yang dapat dimanfaatkan bisnis dalam segala ukuran buat mengakses solusi periklanan. Selain itu melalui program ‘Back-To-Business’, TikTok juga ingin membantu UKM di negeri terutama di masa pandemi COVID-19. Kehadiran solusi TikTok bagi UKM ini bertujuan untuk memberdayakan pabrik bisnis di Indonesia untuk menjangkau audiens yang tepat melalui publik TikTok yang kreatif dan penuh.

Data dari Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) tahun 2018, UKM berkontribusi terhadap lebih daripada 60 persen PDB Indonesia. Namun, pandemi COVID-19 ini memberikan konsekuensi bagi UKM. Kementerian Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam website resminya mengatakan kalau penjualan online justru mengalami penambahan. Di sinilah pemerintah mendorong UKM untuk memanfaatkan platform digital. Masa ini, dari 60 juta UKM di Indonesia, hanya ada 8 juta yang menggunakan platform digital.

“Pemerintah menangkap keresahan karakter UKM yang menginginkan adanya peningkatan penjualan melalui platform digital, serta itulah yang melatarbelakangi program Kegiatan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan terdiri dari dua target utama, yaitu mendorong penggunaan platform digital serta mendukung produk  buatan dalam negeri, ” kata Odo R. M. Manuhutu, Deputi Bidang Penyelarasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). “Oleh karena itulah, kami mengapresiasi langkah mitra platform digital, termasuk TikTok, yang menganjurkan fitur khusus untuk mendukung kalender digitalisasi UKM ini. ”

Saat ini berbagai UKM mulai menyadari kemampuan unik TikTok untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Najla Bisyir selaku Owner Bittersweet by Najla menjelaskan dengan jalan apa TikTok membantu usahanya dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi COVID-19, salah satunya penurunan nilai permintaan. “Saat ini, kami sungguh sudah memanfaatkan platform digital buat memasarkan produk. TikTok sebagai praktik yang banyak dipakai anak muda, diharapkan bisa membantu UKM dalam Indonesia, termasuk Bittersweet by Najla, untuk menghubungkan kami ke pembagian yang lebih luas secara terukur, efisien, dan juga kreatif. ” ujar Najla. “Khususnya untuk keluaran makanan, fitur di TikTok mampu dipakai pelaku bisnis untuk menonjolkan visual dari produk kami, sehingga kelezatan, tekstur, sampai packaging saya bisa sampai ke masyarakat secara cara unik versi TikTok. ”

Melalui TikTok for Business self serve, pebisnis bisa memanfaatkan berbagai kemudahan, sebagai berikut:

– Creative tools: serangkaian tools yang memungkinkan pemasar merasakan kreativitas dan orisinalitas komunitas TikTok saat menceritakan kisah produk atau layanan mereka, dilengkapi dengan Video Creation Kit, Smart Video Soundtrack, dan TikTok Adstudio.

– Flexible budgets: TikTok for Business dirancang untuk memungkinkan perusahaan dari berbagai level dan bagian untuk menyesuaikan pengeluaran mereka teks saja.

– Performance targeting: Penargetan cerdas ini menguatkan audiens yang tepat dan terakhir untuk menemukan bisnis Anda

– Business account: TikTok juga memperkenalkan akun bisnis yang memberikan alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis untuk analisa kontribusi dan performa bisnis terhadap audiens

Laporan dari McKinsey mengenai sentimen konsumen Indonesia selama pandemi yang mengatakan bahwa 54% konsumen menghabiskan lebih banyak waktu mengkonsumsi konten video. “Format video sedikit dan komunitas TikTok yang masyhur akan kreativitas memberikan peluang untuk berbagai bisnis dan usaha, tercatat UKM, untuk menggaet pasar yang lebih dinamis serta pemasarannya yang lebih efektif dan interaktif, ” kata Pandhu Wiguna, Direct Sales Leader, TikTok Indonesia. “Platform self-serve yang kami luncurkan ini ialah evolusi dari TikTok sebagai solusi periklanan masa kini. Dengan kanal yang mudah dan fleksibel dengan diberikan platform ini, UKM pun dapat segera melakukan digitalisasi dan membangkitkan kembali bisnisnya di kala new normal ini dan seterusnya. ”

Selain mengeluarkan platform self-serve, TikTok juga melanjutkan komitmennya untuk mendukung pelaku UKM di masa COVID-19 dengan mengeluarkan program “Back-to-Business” di berbagai negara di dunia. Melalui program tersebut, para pelaku usaha akan mempunyai kesempatan untuk beriklan di TikTok dengan kredit sebesar US$ 300 untuk digunakan hingga 31 Desember, 2020. Untuk memulai UKM dapat mengunjungi https://www.tiktok.com/business/en/back-to-business-program.